image by norlightspressblog |
Yang pertama minta maaf adalah si pemberani.
Yang pertama memaafkan adalah si kuat.
Yang pertama memberi adalah si kaya.
Yang pertama memulai adalah si beruntung....
Yang pertama melepaskan dengan tulus adalah si bahagia
- Dikutip dari halaman Fcebook Tere Liye
----------------------------------------
Meminta maaf bukan berarti kita adalah orang yang kalah ataupun lemah, akan tetapi kita adalah orang yang kuat mental, bisa melawan dan mengalahkan ego. Apalagi mengakui kesalahan kita sendiri itu sangat berat. Sekarang ini perasaan gengsi, angkuh, jaim dan sombong sudah sangat dominan pada diri kita sehingga ketika kita membuat kesalahan, kita hanya mencari pembenaran pada perbuatan kita. Itulah yang membuat kita sangat sulit dan berat mengucapkan walau hanya satu kata maaf. Itulah kenapa orang yang pertama minta maaf adalah si pemberani yang tidak bersembunyi atau mencari-cari alasan untuk pembenaran diri. Selain itu memafkan juga membuat tali silaturahim tetap terjaga, meskipun sebenarnya kita tidak melakukan kesalahan.
“Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf ,hendaklah memaafkannya,apakah ia berada dipihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan) , niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)
Melupakan sekaligus memberi maaf merupakan hal yang berat untuk dilakukan, namun dalam Islam dijelaskan untuk memafkan orang yang meminta maaf kepada kita. Itulah sebabnya kenapa orang yang memaafkan adalah si kuat yang bisa ikhlas menerima orang yang memberikan rasa sakit kepada kita dan ikhlas akan semua yang terjadi
Baik orang kaya maupun orang tidak punya, yang rela memberikan sebagian yang mereka miliki adalah orang yang kaya, bukan kaya materi tapi kaya hati/ dermawan. Orang yang kaya materi tapi tidak memberi adalah simiskin atau sikikir.
Orang yang ikhlas dan selalu bersyukur akan apa yang terjadi adalah orang yang bahagia.... tidak berkeluh kesah akan apa yang pergi atau hilang. Karena setiap ada yang pergi maka akan ada yang datang.
0 comments:
Post a Comment